kPK Periksa Eks Kepala BPJN Amran Mustary
kPK Periksa Eks Kepala BPJN Amran Mustary
Iklan
agen judi online

SukanewsJakarta, Eks Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IX, Maluku dan Maluku Utara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Amran HI Mustary kembali dipanggil penyidik KPK. Ia akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“AHM (Amran HI Mustary) diperiksa sebagai tersangka,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Rabu (9/11/2016).

Amran telah tiba di gedung KPK pada pukul 10.00 WIB. Ia tidak memberikan keterangan apapun ketika masuk ke Gedung KPK di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan.

Selain Amran, penyidik KPK juga memanggil beberapa orang lainnya yang akan dijadikan sebagai saksi atas dirinya. Mereka di antaranya ialah Subagyo CES selaku Direktur Jenderal Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitas Jalan Daerah, Hedy Rahadian selaku Direktur Jembatan dan Gani Ghazali Akman selaku Direktur Pembangunan Jalan.

Selain itu ada juga seorang PNS bernama M. Syafriyudin Maradjabessy selaku Ketua 2015-2016, PJN wilayah 2 Maluku Utara BPJN IX Maluku dan Maluku Utara, Endang yang merupakan PNS Bagian Kepegawaian dan Ortala Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Marga, Eni Anggraeni seorang PNS yang menjadi Kepala Bagian Kepegawaian dan Ortala Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Marga dan Sadaarih Ginting selaku Kepala Sub Direktorat Pemantauan Dan Evaluasi Direktorat Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga.

Sebelumnya, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IX Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Amran HI Mustary menyebut ada 20 anggota Komisi V yang menerima suap. Hal itu disampaikan Amran melalui kuasa hukumnya usai menjalani pemeriksaan di KPK.

“Pendalaman tentang 20 anggota Komisi V yang melakukan kunker (kunjungan kerja) ke Maluku karena mereka semua telah menerima uang dari Abdul Khoir dan melalui Pak Arman,” kata pengacara Amran, Hendra Karianga, di KPK, Jumat (28/10/2016).

“Jadi ditanya nama-nama siapa, berapa jumlahnya. Nah untuk 20 anggota Komisi V itu sebagian diserahkan melalui Khoir, sebagian melalui pak Amran,” ujar Hendra menambahkan.

Hendra juga menyebut bahwa 20 orang yang menerima uang itu termasuk pimpinan Komisi V DPR RI. Namun hanya 8 orang yang menerima uang melalui Amran.

“Yang lewat Amran 8 orang, yang diserahkan langsung lewat Abdul Khoir,” ucap Hendra.

“Ya kesepakatan itu apa gimana dana aspirasi terlaksana di daerah,” sambungnya.

Dalam surat dakwaan Direktur PT Windu Tunggal Utama (PT WTU) Abdul Khoir terkait perkara ini, terungkap Abdul membagi-bagikan Rp 455 juta untuk beberapa anggota Komisi V DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke Maluku Tengah. Abdul menyebar uang itu melalui tangan Amran selaku Kepala Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX.

Penuntut umum dalam pembacaan surat dakwaan (4/4/2016), menyebut uang itu disebarkan dengan tujuan agar anggota Komisi V DPR mengikuti kunjungan kerja menyalurkan program aspirasinya, untuk pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku atau Maluku Utara, serta Amran dapat menunjuk PT WTU sebagai pemenang lelangnya.

Hanya saja, penuntut umum tidak menyebutkan secara jelas siapa saja anggota Komisi V DPR yang dipercaya untuk menyebar uang itu. Namun saat kunker tersebut, Amran memperkenalkan Abdul kepada salah satu anggota Komisi V DPR bernama M Toha.

aDsSukabet.com adalah situs agen taruhan judi bola terpercaya sejak 2010 yang melayani pendaftaran judi online.
agen judi online
Sukabet juga memiliki berbagai permainan bola, casino, poker,tangkas togel, tembak ikan hingga permainan jackpot ( slot game ). Dapatkan promo ( bonus ) Cashback 10% untuk permainan bola, Bonus ROLLINGAN 0,5 % - 1% untuk permainan casino online, Bonus FREEBET untuk Slot Machine, Bonus Refferal 10% bagi anda yang mengajak teman anda bergabung di sukabet.